Langsung ke konten utama

Postingan

Aku bertumbuh dan mudah patah

"Tunas baru generasi muda yang bertumbuh dengan pesat, rawan patah diterpa badai dan ancaman" Di bumi yang luas ini, aku masih setia.  Setia menatap ke depan, menyelusuri setiap sudut bumi dengan meraba-raba.  Setia melangkah, dengan langkah kebimbangan.  Dan tetap setia dengan harapan "semua akan baik-baik saja" Semua ada waktunya ". Di usia belia tanggung ini.  Semuanya berenang di kepala.  Perihal diri sendiri, orang tua dan masa depan.  Sepertinya perihal cinta bukan utama di episode ini.  Remaja muda yang mulai tumbuh, namun mudah pula patah.  Menggalau tentang cinta hanya sia-sia dan membuang-buang waktu.  Masa-masa terombang-ambing di tengah keluguan usia ini.  Membuatku semakin hilang arah.  Antara benar dan salah, semua tampak sama.  Lensa mataku buram, memunculkan area abu-abu. Di dunia yang ku sangka hanya ada warna hitam dan putih.  Memunculkan warna baru dengan pandangan ku.  Lantas, bagaimana cara ku mem...
Postingan terbaru

Bunga Tanpa Akar

Disudut elemen lain, ada beberapa hal yang tidak bisa didefinisikan. Bukan karena kehabisan kata, melainkan terlalu bising untuk diuraikan. Sama halnya dengan aku, gadis separuh usia 23 tahun. Penyuka bunga-bunga sendu, penikmat jingganya senja, beralun termenung bersama buih-buih lautan.  Gadis yang tak tahu bagaimana caranya meredam kan kebisingan otak dan hatinya. Terbuai luka-luka yang dan tersayat dengan harapan yang menyapa. Lalu, harus seperti apa untuk menguraikan semua ini?  Pertanyaan dan pertanyaan terus bermunculan, namun tidak satupun terealisasikan dengan jelas. Gadis seperti bunga diusia ini, namun bukan bunga-bunga yang memiliki akar yang terurai. 

PATAH AKAN BERTUNAS

awal yang tak bisa di prediksi  karena semua masih dalam tahap adaptasi sama hal nya seperti pribahasa  tak kenal maka tak sayang Episode 01      Pagi yang cerah, sungguh mentari pagi ini menyilaukan pelupuk mata ku yang masih enggan untuk membuka dari alam bawah sadar ku. Perlahan ku membuka pelupuk kelopak mata ku dan menyekat tirai jendala kamar ku "Hmmm, tidak seperti biasanya aku bangun sepagi ini" gumamku. Terdengar ibu sudah mengoceh setengah berteriak padaku yang dikirannya belum bangun " delion! mau sampaikan kamu terus bermalas-malasan tak bangun dari kerajaan tidurmu itu " ungkap ibu dengan lantangnya. Delion itulah nama ku, anak ketiga dari empat bersaudara . Aku memiliki  dua orang kakak, satu laki-laki dan satu lagi perempuan serta memiliki seorang adik perempuan yang begitu menyebalkan bagiku.      Aku segera bangkit dari kasur kesayangan ku itu menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk sekolah. selesai aku mandi dan mengguna...

Setiap kata memiliki tuan pencipta

Kita terbiasa mendiamkan...  Meski kita tahu itu kesalahan..  Bukan karena kita tak memiliki keberanian..  Hanya saja..  Kita terbiasa mengalahkan keegoisan diri sendiri..  Demi keegoisan orang lain..  Sama hal nya..   Ketika kita tahu..   Bahwa itu milik kita..  Tapi kita membisu..  Hanya karena menjaga nama baik orang lain..