Disudut elemen lain, ada beberapa hal yang tidak bisa didefinisikan. Bukan karena kehabisan kata, melainkan terlalu bising untuk diuraikan. Sama halnya dengan aku, gadis separuh usia 23 tahun. Penyuka bunga-bunga sendu, penikmat jingganya senja, beralun termenung bersama buih-buih lautan.
Gadis yang tak tahu bagaimana caranya meredam kan kebisingan otak dan hatinya. Terbuai luka-luka yang dan tersayat dengan harapan yang menyapa. Lalu, harus seperti apa untuk menguraikan semua ini?
Pertanyaan dan pertanyaan terus bermunculan, namun tidak satupun terealisasikan dengan jelas. Gadis seperti bunga diusia ini, namun bukan bunga-bunga yang memiliki akar yang terurai.
Komentar
Posting Komentar