"Tunas baru generasi muda yang bertumbuh dengan pesat, rawan patah diterpa badai dan ancaman"
Di bumi yang luas ini, aku masih setia.
Setia menatap ke depan, menyelusuri setiap sudut bumi dengan meraba-raba.
Setia melangkah, dengan langkah kebimbangan.
Dan tetap setia dengan harapan "semua akan baik-baik saja" Semua ada waktunya ".
Di usia belia tanggung ini.
Semuanya berenang di kepala.
Perihal diri sendiri, orang tua dan masa depan.
Sepertinya perihal cinta bukan utama di episode ini.
Remaja muda yang mulai tumbuh, namun mudah pula patah.
Menggalau tentang cinta hanya sia-sia dan membuang-buang waktu.
Masa-masa terombang-ambing di tengah keluguan usia ini.
Membuatku semakin hilang arah.
Antara benar dan salah, semua tampak sama.
Lensa mataku buram, memunculkan area abu-abu.
Di dunia yang ku sangka hanya ada warna hitam dan putih.
Memunculkan warna baru dengan pandangan ku.
Lantas, bagaimana cara ku memahami dunia dengan segala ke pelikan ini?
Banyak harap yang aku taruh di masa usia ini.
Hanya satu harapan ku.
Pendidikan yang ku tempuh ini, mampu membawaku pada jendela dunia.
Agar aku mampu, membuka lensa mataku.
Bahwa di dunia yang luas ini, banyak ragam warna dan keindahannya.
Komentar
Posting Komentar